Minggu, 21 Oktober 2018

Santri Milenial: Karakter atau Fasilitas?


Dulu ketika orang tu mengantarkan putra-putrinya ke Pondok Pesantren, pertanyaan yang sering muncul adalah “peantren ini mengajarkan kitab apa?”, “ustadznya alumni pesantren mana?”, “Sanad keilmuannya bagaimana?”, “peran alumni di masyarakat bagaimana?”. Begitu seterusnya, pertanyaan-pertanyaan logika yang dulu sangat wajar dan sering ditanyakan para orang tua.
Namun, hal itu sangat jarang didengar, pertanyaan yang sering muncul saat ini adalah tempat tidurnya lesehan atau di Kasur? Kamarnya full AC atau tidak? Boleh pulang gak seminggu sekali? Disini ada laundry-nya kan?.

Muncul banyak penafsiran ketika ketemu dengan orang tua yang menyodorkan pertanyaan seperti itu. Pergesera paham tentang makna santri  juga bergeser di kalangan para calon wali santri. Pergeseran makna dan tujuan orang tua mengirim putra-putrinya ke pesantren, sebagian juga tetap ada yang mengirimkan putra-putrinya adalah menuntut ilmu tanpa mempersoalkan bagaimana fasilitas didalamnya. Sebagai alumni dari salah satu Dayah (Pesantren) di Aceh juga merasakan hal yang sama. Sama dalam hal memamahami dalam hal selain menuntut ilmu dalam hal keberkahan juga harus tetap menjaga ibadahnya baik ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah.

Selasa, 17 Juli 2018

Pentingnya Peran Orangtua di Hari Pertama Sekolah


Tahun ajaran baru 2018/2019 telah dilmulai. Setelah 1-2 bulan memilih sekolah yang bermutu, terjangkau, dan nyaman di ‘saku’. Mayoritas sekolah di berbagai daerah di Indonesia memulai tahun ajaran baru pada tanggal 16 Juli 2018. Rutinitas orangtua untuk menyambut tahun ajaran baru umumnya adalah mempersiapkan kebutuhan sekolah untuk anak, mulai dari perlengkapan alat tulis sampai wejangan semalam suntuk bagi anak sekolah di luar kota hingga mondok. Namun, ada faktor penting yang terkadang dilupakan oleh para orangtua, yaitu mengantarkan sang buah hati pada hari pertama sekolah.

Mengantarkan anak pada hari pertama sekolah merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh orangtua. Kenapa diakatakan penting? Selain membuat anak terbantu beradaptasi di  lingkungan baru, psikologi si anak pun merasa bangga didepan teman-teman barunya apalagi bagi anak yang sangat menginginkan hal tersebut sedari dulu. Menyisihkan sedikit waktu untuk mengantarkan anak ke sekolah bukanlah hal yang sulit, karena hal tersebut dapat menjadi pengalaman yang menarik serta mampu menjadi salah satu bentuk kasih sayang orangtua kepada anak.

Rabu, 02 Mei 2018

Hardiknas dan Politisasi Pendidikan


Saat ini merupakan momen sejumlah kontestan untuk menjual “barang dagangannya”, bukan hanya fasilitas umum yang disuarakan, namun (lagi-lagi) para pasangan calon (paslon) menjual dagangan politiknya melalui janji-janji pendidikan gratis. Bahkan terdapat janji politik yang tidak mencerminkan sebuah kebijakan yang berlaku secara nasional alias kontra-produktif dengan nilai-nilai kependidikan nasional.

Sesungguhnya, menjual nama pendidikan gratis di moment politik. Karena hal ini merupakan pola lama yang selalu berulang dilakukan oleh politisi dan para calon kepala daerah dalam merebut suara rakyat. Padahal, pada dasarnya urusan pendidikan, sejatinya sudah menjadi amanat konstitusi dan mutlak diselenggarakan oleh pemerintah atau kepada siapapun yang berkuasa di atas.

Rabu, 18 April 2018

Guru Cerdas dan Peran Aktif di Era Disrupsi


Era disrupsi dalam arti sederhana merupakan gangguan atau mengganggu (disruption). Untuk menyambut era disrupsi pakar manajemen dari Universitas Indonesia Rhenald Kasali meluncurkan buku hasil kajiannya yang berjudul "Disruption: Menghadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan dalam Peradaban Uber".

Menurutnya, Era Disrupsi adalah fenomena ketika masyarakat menggeser aktivitas-aktivitas yang awalnya dilakukan di dunia nyata, ke dunia maya. Fenomena ini berimbas pada perubahan pola dunia bisnis. Kemunculan transportasi daring adalah salah satu dampaknya yang paling populer di Indonesia selama ini.