Rabu, 21 Desember 2016

Silaturahmi; Inspirasi dan Rezeki

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Silaturahmi diartikan sebagai tali persahabatan (persaudaraan). Namun ada sebagian orang menyebut silaturahim. Nah, jadi apa yang membedakannya? 

Secara runtun bahasa memang berbeda. Namun tidak dijadikan perdebatan didalamnya, "shilah" yang berarti menyambung, sedangkan "rahim" memiliki arti wanita/kekeluargaan. Jika diruntun yang benar adalah silaturahim yang berasala dari bahasa Arab, tidak juga salah jika kita mengatakan silaturahmi yang sudah
di"indonesia"kan dan sah secara bahasa (KBBI). Diperkuat lagi dengan istilah "لا مشاحة فى الاصطلاح " “Tidak ada perdebatan dalam istilah (jika hakihatnya sama)”

Jadi, benar-benar tidak ada yang diperdebatkan dan dipermaslahkan. Karena inti dari semua itu adalah aplikasi atau penerapannya. 

Rahasia dibalik rutinny bersilaturahmi adalah dipanjangkan umur dan dilapangkan rezeki. Mengutip beberapa Hadis sahih yaitu:

“Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi.” 
(HR Muslim)

“Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.”
 (HR Imam Bazar, Imam Hakim)

“Belajarlah dari nenek moyangmu bagaimana caranya menghubungkan rahim-rahim itu, karena silaturahmi menimbulkan kecintaan dalam keluarga, meluaskan rezeki, dan menunda kematian.”
 (HR Imam Tirmidzi)

“Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi.” 
(HR Imam Muslim)

Silaturahmi bukan hanya tentang umur dan rezeki saja. Adanya inspirasi atau ide-ide baru juga merupakan alasan utama sebagai rahasia dibalik kekuatan silarahmi. Inspirasi didapatkan ketika sedang berkumpul san saling sharing pengalaman baik mengenai pekerjaan maupun mengenai keluarga. Inspirasi timbul ketika pengalaman si – A lebih “pahit” daripada si – B dan si - C, namun si – A terlihat kuat dan mampu mengahadapinya. Sedangkan si – B membagikan pengalaman  tentang bisnis/usahanya yang sukses, si – B membagikan segala trik berbisnis dengan cepat dan berkah. Sedangkan si - C menceritakan pengalaman atau kegiatannya sehari-hari di kantornya mengenai pekerjaan. Dan mereka pun saling tukar pendapat dan sharing ilmu dengan tujuan memecahkan masalah dan menambah wawasan.

Untuk kapasitas bersilatirahmi tidak pernah dibatasi, selagi itu sesama ikhwan ataupun akhwat atau ikhwan dan akhwat secara beramai-ramai. Setelah melakukan silaturahmi hendaknya mulailah mempraktikkan atau menerapkannya di dalam pekerjaan atau yang lainnya. Andai pun tidak, insya Allah pahala silaturahmi dan dilapangkan rezeki itu ada.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang rajin dan sering bersilaturahmi. Dengan siapa dan dimana pun berada. Karena hakikatnya tidak ada kerugian ketika kita meniatkannay dengan ikhlas dan kontiniu.

Untuk itu, tidak diragukan lagi bahwa kekuatan ata rahasia dibalik silaturahmi itu ada dan memberi manfaat bagi siapa saja yang menjalankanny baik bermanfaat untuk urusan dunia terlebih bermanfaat untuk urusan akhirat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar