Jumat, 06 Januari 2017

Pemberdayaan dan Otonomi Daerah; Isu Sentral di Sektor Pendidikan

hendrasional.blogspot.co.id
Inti sari pemberdayaan yang sedang dilakukan saat ini ialah pemberian Otonomi di sektor pendidikan. Hal ini dilakukan karena sektor pendidikan pada hakikatnya tidak akan berlangsung dengan sempurna jika Otonomi tidak menjadi bagian dari  system dari penyelenggaraannya. Pemberian Otonomi sebagai bagian dari perubahan penyelenggaraan penddidikan yang bersifat sentralisasi  menuju desentralisasasi saat ini merupakan kebutuhan pendidikan dan telah menjadi tuntunan Globalisasi studi-studi kasus tentang upaya desnttralisasi dari berbagai penjuru dunia menunjukan bahwa desentralisasi dilakukan dengan beraneka ragam alasan baik yang tersurat maupun yang tersirat politik, pendidikan, administrasi dan keuangan.

Pemberlakuan sistem desentralisasi akibat pemberlakuan Undang-Undang No.22 Tahun 1999 tentang otonomi pemerintahan daerah, memberi dampak terhadap pelaksanaan pada manajemen pendidikan yaitu manajemen yang memberi ruang gerak yang lebih luas kepada pengelolaan pendidikan untuk menemukan strategi berkompetisi dalam era kompetitif mencapai output pendidikan yang berkualitas dan mandiri. Kebijakan desentralisasi akan berpengaruh secara signifikan dengan pembangunan pendidikan

Setidaknya ada 4 dampak positif untuk mendukung kebijakan desentralisasi pendidikan, yaitu :

1. Peningkatan mutu, yaitu dengan kewenangan yang dimiliki sekolah maka sekolah lebih leluasa mengelola dan memberdayakan potensi sumber daya yang dimiliki;
2. Efisiensi Keuangan hal ini dapat dicapai dengan memanfaatkan sumber-sumber pajak lokal dan mengurangi biaya operasional;
3. Efisiensi Administrasi, dengan memotong mata rantai birokrasi yang panjang dengan menghilangkan prosedur yang bertingkat-tingkat;
4. Perluasan dan pemerataan, membuka peluang penyelenggaraan pendidikan pada daerah pelosok sehingga terjadi perluasan dan pemerataan pendidikan.

Pemberlakuan desentralisasi pendidikan mengharuskan diperkuatnya  landasan dasar pendidikan yang demokratis, transparan, efisien dan melibatkan partisipasi masyarakat daerah. pendidikan merupakan faktor penentu keberhasilan pembangunan manusia, karena pendidikan berfungsi sebagai pengembang pengetahuan, keterampilan, nilai dan kebudayaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar