Sabtu, 18 Februari 2017

Milad Ke-82, Al-Ittihadiyah Tingkatkan Potensi Warganya Sebagai Pemersatu Umat

 Al Ittihadiyah merupakan salah satu organisasi masyarakat (ormas) Islam tertua di Sumatera Utara. Organisasi sosial keagamaan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan ulama terkemukan di Sumatera Timur pada tanggal 27 Januari 1935 di Medan. Organisasi ini memiliki tugas, pokok, dan fungsinya, diantaranya fokus pada bidang pendidikan, sosial, dan dakwah demi kemajuan Islam dan umatnya di Indonesia. Dalam fokus utamanya, Al Ittihadiyah telah banyak mengelola sekolah, madrasah dan panti asuhan di seluruh wilayah di Indonesia terutama di Sumatera Utara sebagai tempat lahirnya organisasi ini.

Memasuki dasawarsa ke-9, organisasi ini juga banyak menyumbangkan buah pikirnya dalam roda pemerintahan, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan Indonesia diraih. Terbukti para pendiri dan pejuang Al Ittihadiyah yang turut ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan di Indonesia. Untuk itu, kemerdekaan yang sudah diraih selama 71 tahun lamanya harus kembali diperjuangkan dan dipertahankan dengan iringan nilai-nilai keislaman didalamnya.

Pada peringatan Milad ke-82 tahun, Al Ittihadiyah menyelenggarakannya di desa Laut Dendang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tepatnya di MTs Al Ittihadiyah Percut Sei Tuan. Madrasah yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Al Ittihadiyah ini menyelenggarakan beberapa kegiatan, seperti launching buku, bazar, dan banyak perlombaan yang diikuti oleh SMA/MA, SMP/MTs, dan SD/MI dari Deli Serdang maupun kota Medan.

Kegiatan yang diadakan pada 17-18 Januari 2017 ini menghadirkan Gubernur Sumatera Utara, Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si, Sekjen DPP Al Ittihadiyah Dr. H. Nur Zaman, MA, penulis buku Al Ittihadiyah Prof. Dr. Dja'far Siddik, MA dan Dr. Ja'far, MA serta ketua DPW Al Ittihadiyah propinsi Sumatera Utara, Prof. Dr. Syafaruddin, M.Pd dan seluruh pengurus Al Ittihadiyah wilayah Sumatera Utara. Dalam sambutannya, Syafaruddin mengatakan bahwa Al Ittihadiyah  perlu memaksimalkan dan menggalang kekuatan dan potensi umat dalam rangka memenangkan kompetensi global melalui pengembangan sumber daya umat yang tangguh baik sumber daya manusia, keorganisasian, ekonomi dan sosial.

Untuk kesekian kalinya, ayahanda Dja’far Siddik dan abangda Ja’far “berduet” dalam melakukan penulisan sebuah buku. Ja’faraini sebutan akrab dua insan penulis buku ini sudah tidak asing di telinga para pembacanya. Kali ini, Ja’faraini berkesempatan meneliti dan menulis sebuah buku yang berjudul: “Al Ittihadiyah: Sembilan Dasawarsa Menerangi Nusantara”. Sebuah dedikasi yang mereka berikan pada peringatan Milad Al Ittihadiyah ke-82. Dja’far Siddik berharap dengan diterbitakannya buku ini, mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat secara umum dan para warga Al Ittihadiyah secara khusus agar tetap menyumbangkan tenaga dan buah pikirnya untuk kemajuan bangsa. Beliau juga menghadirkan putra-putri sekretaris pertama Al Ittihadiyah Alm. M. Syarif Siregar ke atas panggung. 


Sebagai pembicara, Nur Zaman juga menjelaskan bahwa selain sebagai pemersatu umat, Al Ittihadiyah juga bertekad untuk menyelamatkan kedaulatan bangsa dengan tidak mengklaim antar ormas-ormas Islam di Indonesia, bahwa tujuan kita adalah satu, satu tujuan untuk memajukan bangsa Indonesia. Selain itu, demi mensejahterakan warganya, organisasi ini juga aktif pada perkembangan IT, dengan menyediakan aplikasi [Alittihadiyah-Ku] pada smartphone dan bisa diunduh pada play store/app store.

Selamat Milad Al Ittihadiyah ke-82, sesuai dengan makna Al Ittihadiyah itu sendiri, semoga mampu menjadi organisasi pemersatu umat, aktif dalam bidang-bidang yang menjadi sasaran utama dan mampu membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih sejahtera kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar