Selasa, 28 November 2017

Makna Filosofi Guru

Guru pada dasarnya merupakan pengganti orang tua saat anak berada di sekolah, dan lebih sering didengar dengan sebutan siswa, murid, dan anak didik. Guru juga sebagai perantara orang tua untuk menaruh kepercayaan penuh pada sekolah melalui guru. Artinya, sepernuhnya soal keilmuan, akhlak, mental, agama, dan lainnya, dimulai sejak masa anak usia dini sampai dengan anak yang duduk di bangku menengah atas. Semua ini tidak terlepas dari peran seorang guru.

Kedudukan guru yang begitu agung tersebut bukanlah tanpa sebab. Pasalnya, guru pada saat itu sangatlah menjadi panutan bagi bangsa Indonesia dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Slogan “Guru; digugu dan ditiru” benar-benar melekat pada dirinya, bukan sekadar ungkapan tanpa makna. Bahkan masyarakat tidak akan melihat mata pelajaran apa yang diampu oleh guru tersebut, asalkan dia adalah seorang guru maka masyarakat akan sepakat bahwa ia bisa diandalkan.


Harapan bagi para guru untuk membebaskan anak-anak bangsa dari kegelapan belum tercapai. Kemerosotan mutu pendidikan nasional di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari rendahnya mutu guru karena mempunyai peran sangat penting dan strategis dalam penyelenggaraan pendidikan.

Andrea Hirata menuliskan dalam novelnya tentang filosofi sang guru, “Guru yang pertama kali membuka mata kita akan huruf dan angka-angka sehingga kita pandai membaca dan menghitung.” Pengalaman yang dituliskan ini membuka hati kita akan peran dan filosofi seorang guru sebagai pendidik dan pengajar untuk membebaskan para peserta didik dari kegelapan menuju pencerahan.

Berkut makna guru secara filosofinya;
  1. Guru merupakan pengganti orang tua di sekolah atau di lembaga pendidikan manapun.
  2.  Guru, bukan sekedar katalisator bangku sekolah, tapi sosok kreator masa depan.
  3. Aktor dalam pembudayaan informasi, untuk agama, keluarga, bangsa, dan negara.
  4. Harapan bangsa dalam menghasilkan manusia yang bermoral.
  5. Motivator semangat, serta harapan kepada anak didiknya sangat besar.

Dari kelima makna filosofi  guru tersebut, hanya beberapa orang saja yang mampu sadar akan makna tersebut. Bagi mereka yang memaknai dan memahami “guru” hanya sebagai suatu profesi, maka sampai disitu pula pemahaman mereka. Lain halnya dengan cara pandang dan memaknai “guru” dari segi manfaat serta output yang dihasilkan dari tangan dinginnya maka begitu luas makna serta perjuangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar