Minggu, 11 Februari 2018

Tugas Akhir: Antara Serius dan Keterpaksaan


Mahasiswa salah satu dari agen perubahan(agent of changes). Hadirnya  mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari kemajuan suatu bangsa dan masyarakat. Mahasiswa sebagai agen perubahan akan terwujud ketika semasa kuliahnya betul-betul dijalani dengan maksimal berdasarkan tridharma perguruan tinggi yaitu, pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Secara definisi mahasiswa dapat dipahami sebagai peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi (UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi).

Tridharma perguruan tinggi merupakan syarat mutlak yang perlu dijalani oleh seseorang yang bernama mahasiswa. Tanpa tridharma tersebut tidaklah bisa seseorang itu dikatakan sebagai mahasiswa. Salah satu dari tridharma di atas yaitu penelitian menjadi bagian yang tak terelakkan ketika seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studinya di sebuah perguruan tinggi.
Penelitian yang dibuat oleh mahasiswa itu ada tiga bentuk. Ada yang disebut skripsi yang diperuntukkan bagi program S1, tesis untuk program S2 dan disertasi untuk program S3. Di mana menurut Sugiono (2013) skripsi adalah karya ilmiah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa program sarjana (S1), sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana.  Adapun yang dimaksud dengan tesis adalah karya ilmiah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa program magister (S2), sebagai syarat untuk memperoleh gelar magister. Sedangkan disertasi adalah karya ilmiah hasil penelitian yang dikerjakan oleh mahasiswa program doktor (S3), sebagai syarat untuk memperoleh gelar doktor.
Setiap masyarakat pembelajar dalam hal ini siswa, mahasiswa dan siapapun yang menyelesaikan tugas (akhir) tentu harus mengarungi berbagai lika-liku jalur untuk menyelesaikannya.  Apalagi mereka yang tidak ulet dalam mengejar penyelesaian tersebut. Bagi mahasiswa, bisa jadi momok yang paling menakutkan adalah pembimbing. Satu sisi dalam proses administrasi, terkadang judul juga ditolak berkali-berkali yang karena hanya tidak sesuai dengan maunya.
Kerja keras bagi mahasiswa tingkat akhir itu wajib. Kerja dalam bentuk kelompok diskusi memang harus dilakukan, baik dosen yang menjadi pemateri atau teman-teman yang dianggap sudah mahir dalam hal penulisan, metodologi, dan analisis. Namun, hal ini sangat sukar kita lihat di lingkungan akademik (kampus). Namun demikian, tetap harus dipacu dengan segala cara sehat dan terdidik.
Penyelesaian tugas akhir ini juga menjadi penentuan ideologi seseorang. Artinya, segala penolakan dan perbaikan memang benar-benar harus diselesaikan sesuai dengan interupsi yang diberikan oleh pembimbing. Bukan memanfaatkan kedekatan secara pribadi  dan kekeluargaan.  Usaha yang harus ditampilkan adalah segala perbaikan intelektual seorang mahasiswa, mulai dari penulisan hingga analisis.
Budaya copy-paste semacam sudah mendarah daging bagi mahasiswa, pada dasarnya copy-paste sama halnya dengan mencuri, karena dilakukan tanpa izin dari penulis. Selain itu juga budaya tersebut menempah bahkan mempertegas bahwa diri kita adalah orang yang malas berusaha.
Penyesalan memang selalu datangn di akhir-akhir waktu. Sama halnya seperti  penyelesaian tugas akhir ini. Padahal selama tujuh semester sudah mengkaji apa yang diteliti. Metodologi penelitian yang lemah, menganalisis masalah dan pembahasan. Beberapa pokok kajian yang sangat riskan jika diualang kembali. Namun kenyataannya demikian, berkacalah pada diri sendiri “kenapa aku lemah dalam penulisan, menganalisis, metodologi”, bukan selalu menyalahkan dosen pembimbing. Pembimbing akan lebih semangat jika ada hal  atau masalah mengenai penelitian yang perlu didiskusikan. Bertemu pembimbing juga harus punya “amunisi”, agar ada bahan untuk didiskusikan.
Untuk itu, dalam proses penulisan tugas harus serius dengan tetap belajara dengan membuka ruang diskusi atau hal yang mendukung lainnya. Agar hasil dari riset tersebut bisa dibanggakan dan berguna bagi orang lain. Bukan terpaksa menyelesaikan karena cibiran “semester akhir, terhindar dari pembayaran SPP, atau pengen cepat nikah”. Karena yakinah proses tidak pernah membohongi hasil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar